RSS

A romance from middle century..


Judul : The Devil Who Tamed Her
Penulis : Johanna Lindsey
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 536 Halaman
Terbit : November 2009

The Devil Who Tamed Her is written by Johanna Lindsey, one of my favorite authors!!

Novel ini nyeritain ttg kehidupan bangsawan Inggris di abad pertengahan. Dimana di masa itu gelar seseorang di anggap yang paling penting. Makin tinggi gelarnya, makin hebat pengaruhnya di mata masyarakat.


Nah, tokoh utamanya namanya Ophelia Reid. Lady O ini digambarin sebagai cewek yang cantik bgt, ga ada duanya, ga ada tandingannya. Karena kecantikannya dia jadi cewek paling terkenal di Inggris waktu itu. Tapi kecantikannya malah bikin dia di manfaatin sama ayahnya yang terobsesi jadi orang terpandang. Ophelia lebih sering di jadikan sebagai harta karun yang di pamerin ke semua orang oleh ayahnya, supaya bisa mendapatkan bangsawan hebat yang punya gelar lebih tinggi dari gelar Sharman Reid—ayah Ophelia.


Cerita dimulai dengan putusnya pertunangan Ophelia dengan Duncan McTavish, calon penerus gelar Marquis. Pertunangan ini cuma salah satu usaha ayah Ophelia buat ngejodohinnya dengan bangsawan kelas atas. Sahabat Duncan, Raphael Locke, yg juga bangsawan muda paling tampan dan kaya di Inggris, jelas-jelas ngga suka sama sikap Ophelia yang congkak dan seenaknya mutusin pertunangan. Raphael yang playboy dan paling anti pernikahan, terlibat taruhan dengan Duncan mengenai apakah Ophelia bisa berubah atau ngga. Raphael bilang ya, pasti bisa berubah. Maka dia punya rencana dadakan buat nyulik Ophelia dan mengkarantinanya supaya bisa berubah jadi gadis yang baik.


Di rumah peristirahatan miliknya di daerah yang sangat terpencil, Raphael yang mengajak serta bibinya supaya menghindari skandal, mengkarantina Ophelia. Di tempat itu juga lantas keduanya yang meskipun sama-sama kurang suka dengan situasi yang ada—terutama Ophelia yang ngamuk karena diculik—mulai menikmati kebersamaannya. Banyak pengalaman baru mendekatkan keduanya. Tapi Ophelia ngga bisa jatuh hati gitu aja. Raphael jelas-jelas tipe cowok yang bisa bikin ayahnya bahagia luar biasa bila bisa mendapatkannya sebagai menantu. Dan Ophelia udah bertekad ngga akan membiarkan ayahnya mendapat apa yang dia mau, apalagi kebahagiaan sebesar itu. Sementara Raphael udah sangat menikmati hidupnya sebagai lajang tanpa ikatan pernikahan selama ini. Meskipun Ophelia sangat cantik dan perubahannya menjadi gadis baik mau ngga mau menimbulkan rasa posesif dalam diri Rafe, tapi dia masih ngga punya niat untuk menikah setidaknya sampai sepuluh tahun lagi.


Dua-duanya tertarik, tapi dua-duanya ngga mau mengakui ketertarikannya. Tapi dua-duanya juga ngga bisa menghindar dari rasa saling tertarik itu, dan bibi Raphael pun ngga bisa mencegah skandal yg mungkin terjadi di Alder’s Nest—tempat peristirahatan milik Raphael. Disini lah serunya novel ini, kalau ngga ada intrik dan masalah, pasti ngga bakal seru kan.


Wew, adegan yang paling gw suka pas di kereta kuda, waktu Ophelia mau kabur dari Alder’s Nest tapi kereta kudanya malah masuk parit, dan dia terpaksa kedinginan di dalem kereta di tengah badai salju sementara si kusir cari roda baru buat ganti roda kereta kudanya yang patah. Raphael udah hampir gila karena cemas nyariin Ophelia, dan waktu ngeliat Ophelia hampir beku di dalem kereta kuda, dia tambah murka sama si kusir yang berani-beraninya ninggalin Ophelia. How sweet it is! Adegan selanjutnya malah lebih romantis lg! Aaaaah, baca sendiri deh bukunya. Hehehe..


Adegan laen yg gw suka, waktu Ophelia nyium Rafe di ruang makan rumahnya, pas malam pertama mereka balik ke London. Waktu itu Ophelia abis marah-marah sama ayahnya, dan langsung turun ke bawah buat nyari Rafe. Langsung aja dia cium Rafe, sampe amarahnya di serap semua dan ilang. Hhhhhh...*sigh*


After all, this is a great historical romance book you should read! ;)

Love, A.


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 Amanda's Book Review. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy